Aroma Menggoda di Lapangan Merdeka: Master Chef Indonesia Racik 200 Kg Gurita di Festival Gurita Kaur 2026
BINTUHAN – Aroma gurih hidangan laut segar seketika menyengat indra penciuman begitu memasuki kawasan Lapangan Merdeka Bintuhan, Jumat (22/5/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi kemegahan pembukaan Festival Gurita Kaur 2026, sebuah pesta rakyat yang sukses mengubah potensi lokal menjadi atraksi wisata berkelas nasional.
Tahun ini, agenda pariwisata unggulan Kabupaten Kaur tersebut tampil beda dan jauh lebih bertenaga. Kehadiran bintang tamu dari Master Chef Indonesia menjadi magnet utama. Sang juru masak profesional tersebut turun langsung memandu pengolahan 200 kilogram gurita segar hasil tangkapan nelayan lokal.
Untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban ribuan pengunjung yang memadati lokasi, panitia membagi titik pengolahan makanan ke beberapa area strategis. Langkah ini terbukti efektif meredam desakan massa yang antusias melihat teknik memasak modern berpadu bumbu tradisional.
Tabuhan musik ritmis dan gemulai Gerak Tari Tradisional khas pesisir menjadi penanda resmi dibukanya gelaran ini oleh Bupati Kaur, Gusril Pausi, bersama Wakil Bupati, Abdul Hamid. Acara ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Kaur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, serta Bupati Seluma, Tedi Rahman, yang datang memberikan dukungan antardaerah.
Suasana sore di panggung utama semakin semarak dengan unjuk bakat dari berbagai grup seni daerah. Tidak kalah menarik, panggung festival juga diramaikan oleh kompetisi lagu daerah yang mempertemukan 15 pelantun terbaik perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Kaur.
Mengusung tema besar “Sambal Langat Gurita Kaur Untuk Nusantara”, festival ini tidak sekadar menjadi ajang hura-hura. Bupati Kaur, Gusril Pausi, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa esensi utama dari acara ini adalah pelestarian warisan leluhur dan penguatan ekonomi kreatif.
“Melalui Festival Gurita, kita tidak hanya menjaga akar budaya lokal, tetapi juga membuka gerbang bagi kemajuan pariwisata daerah. Kita ingin kuliner khas Kaur dikenal luas di panggung nasional,” ujar Gusril di hadapan para undangan dan warga.
Di sudut lain lapangan, puluhan stan kuliner tertata rapi memamerkan kreativitas warga dalam mengolah hasil laut. Selain sate dan gulai, produk turunan gurita yang dikemas modern menjadi buruan para pelancong. Pemerintah daerah berharap, stimulus dari festival ini mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi para nelayan, pelaku UMKM, dan industri perhotelan di Kabupaten Kaur sepanjang akhir pekan ini.
(**)
