DPRD Kaur Gelar Hearing Terkait Sengkarut KDKMP, Forum Bakal Lapor ke Presiden
KAUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur resmi menerima audiensi (hearing) dari Forum Komando Daerah Ketahanan Mutu Pangan (KDKMP) Indonesia Kabupaten Kaur pada Senin (23/2/2026). Pertemuan ini digelar menyusul banyaknya persoalan krusial yang menghambat program pembangunan gerai ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Ketua Forum KDKMP Kabupaten Kaur, Aprin Taskan Yanto, dalam penyampaiannya menyoroti minimnya transparansi pembangunan. Ia menyebut banyak proyek gerai yang tidak memasang papan informasi publik serta terkendala masalah teknis lahan.
“Banyak KDKMP yang belum mulai membangun karena kendala lahan hibah yang tidak ada atau ukuran tanah yang tidak sesuai kriteria. Selain itu, masyarakat mulai mempertanyakan anggaran desa yang terserap ke program ini, sementara gerainya sendiri belum terlihat jelas asas manfaatnya,” ujar Aprin di hadapan anggota dewan.
Lebih lanjut, Aprin mengeluhkan nasib para pengurus KDKMP yang sudah sembilan bulan terakhir tidak menerima pendapatan sama sekali. Ia juga menyayangkan nihilnya keterlibatan pengurus dalam pengelolaan anggaran pembangunan yang dikerjakan oleh pihak ketiga.
“SDM kami belum dibekali pemahaman mumpuni, sementara proses di lapangan tertutup bagi pengurus. Jika kebuntuan ini terus dibiarkan, kami akan melanjutkan aksi hingga ke Jakarta untuk menghadap Presiden dan Menteri terkait,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, perwakilan dari TNI AD (Pabung) yang hadir belum dapat memberikan jawaban teknis secara mendalam terkait kendala yang dialami pengurus di lapangan.
Merespons hal tersebut, Anggota DPRD Kaur, Firjan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Forum KDKMP dalam menuntut kejelasan. DPRD berjanji akan segera memanggil pihak pelaksana pembangunan untuk memberikan klarifikasi.
“Kami akan memanggil pihak PT Agrinas Pangan Nusantara selaku penanggung jawab pembangunan. Kami mendukung penuh pergerakan Forum KDKMP Kaur agar permasalahan ini tidak menjadi preseden buruk bagi ketahanan pangan di daerah kita,” tutup Firjan. (**)
