Geliat BBI Suku Tiga: Juli Mulai Produksi, Agustus Bibit Ikan
KAUR – Dinas Perikanan Kabupaten Kaur tengah mematangkan persiapan untuk menghidupkan kembali produktivitas Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Desa Suku Tiga, Kecamatan Nasal. Langkah strategis ini diambil guna menjawab tingginya kebutuhan bibit ikan berkualitas bagi para pembudidaya lokal maupun masyarakat luas di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kaur, Ifrianto, SE, melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Mardani, S.Pi, mengungkapkan bahwa fasilitas BBI saat ini sudah menunjukkan progres positif. Pihak dinas kini fokus pada fase pemulihan indukan agar proses pemijahan berjalan optimal.
“Calon induk ikan saat ini dalam kondisi sehat dan normal. Ada tiga komoditas utama yang kami kembangkan di sini, yaitu ikan Mas, Lele, dan Nila,” ujar Mardani saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (21/05/2026).
Menurut kalkulasi teknis, aktivitas produksi massal di fasilitas pembenihan ini dijadwalkan bergulir penuh pada pertengahan tahun. Ketersediaan pakan fungsional juga dipastikan aman untuk mendukung target tersebut.
“Insyaallah produksi benih akan mulai berjalan pada Juli 2026 mendatang. Dana pengadaan pakan tahun ini sebenarnya sudah tersedia, meski pemanfaatannya belum maksimal. Namun secara teknis, di bulan Juli sudah mulai produksi, dan bulan Agustus benih siap disebarkan ke para petani,” tambah Mardani.
Skema Subsidi dan Bantuan Sosial
Untuk memastikan program ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kaur telah menyiapkan skema penyaluran khusus yang ramah kantong. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi di tingkat peternak ikan.
Bagi kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), pemerintah menyediakan opsi bibit gratis serta skema bayar separuh harga yang disesuaikan dengan ukuran benih. Sementara untuk masyarakat perorangan yang ingin membuka usaha mandiri, dinas memberlakukan potongan harga tetap sebesar 50 persen dari tarif normal.
“Ketentuan gratis atau Bantuan Sosial disesuaikan dengan kuota yang ada. Kami saat ini masih dalam proses pengajuan ke pusat untuk menambah alokasi bibit ikan gratis,” jelasnya terkait kuota bantuan.
Melalui restrukturisasi fungsi BBI Suku Tiga ini, Mardani berharap roda perekonomian sektor perikanan darat di Kaur dapat tumbuh lebih cepat. Ia juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program ketahanan pangan ini berjalan tanpa hambatan.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus terjalin demi kemajuan Kabupaten Kaur, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.
(**)
