HUT Kaur ke-23 Tanpa Upacara Bendera, Benarkah Karena Efisiensi Anggaran?
KAUR – Ada yang berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kaur ke-23 yang jatuh pada 23 Mei 2026 mendatang. Momentum bersejarah yang biasanya diperingati dengan khidmat di lapangan terbuka tersebut, dipastikan akan berlangsung tanpa prosesi upacara bendera.
Kepastian ini didapat setelah media ini melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kaur, Usadi Dinata, di ruang kerjanya pada Kamis (07/05/2026).
“Iya, benar. Untuk tahun 2026 ini, upacara HUT Kabupaten Kaur ditiadakan,” ujar Usadi saat memberikan keterangan resmi.
Ditiadakannya upacara bendera di usia kabupaten yang menginjak angka 23 tahun ini memicu pertanyaan publik, terutama mengenai alasan efisiensi anggaran. Namun, Usadi tidak memberikan jawaban spesifik terkait isu efisiensi tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya koordinasi langsung dengan pimpinan daerah.
Menurut Usadi, Bupati Kaur telah memanggil pihak terkait untuk membahas format peringatan tahun ini. Hasilnya, fokus peringatan akan dipusatkan pada sidang paripurna di Gedung DPRD Kaur dan agenda besar lainnya.
“Sebelumnya kami sudah dipanggil oleh pimpinan (Bupati) terkait peringatan ini. Peringatan tetap ada melalui sidang paripurna di DPRD. Alasan ditiadakannya upacara karena tahun ini ada momentum Festival Gurita yang jadwal pelaksanaannya berdekatan atau bersamaan dengan hari jadi kabupaten,” jelas Usadi.
Festival Gurita sendiri merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan di Kabupaten Kaur yang masuk dalam kalender event nasional. Padatnya jadwal dan konsentrasi massa pada festival tersebut disinyalir menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam mengonsolidasi agenda perayaan tahun ini.
Meski tanpa upacara bendera, pemerintah berharap esensi dari peringatan hari jadi ke-23 tetap terjaga melalui rapat paripurna istimewa dan semarak festival budaya yang akan melibatkan masyarakat luas.
(**)
