Inspiratif! Cara SDN 58 Kaur Ubah Uang Receh Infaq Jadi Berjuta Manfaat
KAUR, BT.M – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN 58 Kaur setiap Jumat pagi. Usai menunaikan salat Dhuha berjamaah, para siswa dan guru tampak antusias menyisihkan sebagian rezeki mereka ke dalam kotak infaq. Rutinitas ini bukan sekadar seremoni, melainkan sumber dana utama bagi aksi kemanusiaan yang konsisten dilakukan setiap dua bulan sekali.
Kepala SDN 58 Kaur, Elva Sismi Rahayu, S.Pd, menjelaskan bahwa penyaluran infaq ini memiliki sasaran yang sangat spesifik dan terukur. Fokus utama diberikan kepada siswa yatim, piatu, yatim piatu, serta siswa dengan kategori kemiskinan ekstrem. Tak hanya internal, manfaatnya pun meluas hingga ke masyarakat sekitar wilayah Sekunyit, Pengubaian, dan Sinar Pagi, khususnya bagi janda lansia dan warga kurang mampu.
“Hasil infaq guru dan siswa kami kumpulkan untuk membelikan barang kebutuhan mendesak siswa. Jika ada siswa yang sepatunya robek, kami belikan sepatu baru. Begitu juga dengan tas atau seragam yang sudah tidak layak pakai. Kita bantu sesuai kebutuhan spesifik anak tersebut,” ujar Elva saat dikonfirmasi awak media, Senin (09/03/26).
Ramadhan: Momentum Melipatgandakan Kebaikan
Memasuki bulan suci Ramadhan, skala bantuan SDN 58 Kaur meningkat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya sekolah berhasil menyalurkan paket sembako kepada 10 janda lansia, tahun ini jangkauan diperluas. Sebanyak 30 wali murid yang tergolong miskin dan tidak memiliki mata pencaharian tetap menjadi sasaran penerima manfaat paket bahan pokok yang berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, hingga telur.
Kegiatan pendistribusian terbaru sukses dilaksanakan pada Jumat (27/02/2026) lalu, bertepatan dengan momentum Jumat Berkah.
Transparansi dan Edukasi Karakter
Menanggapi publikasi kegiatan ini, Elva menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk akuntabilitas publik, bukan untuk pamer atau riya.
“Kami wajib mempublikasikan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada semua pihak yang terlibat. Kami ingin menunjukkan bahwa sedikit infaq yang dikumpulkan setiap Jumat, insya Allah memberikan berjuta manfaat dan berkah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Elva berharap program ini dapat menjadi “ladang pahala” bagi keluarga besar SDN 58 Kaur sekaligus menjadi contoh nyata bagi siswa tentang indahnya berbagi sejak dini. Melalui kekompakan tim, SDN 58 Kaur bertekad menjaga konsistensi program ini demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial yang tinggi.
“Semoga program ini berjalan lancar dan menjadi berkah dunia-akhirat bagi kita semua,” tutupnya. (**)
