Lawan Debu Vulkanik Anak Krakatau, Siswa di Kaur Diimbau Pakai Masker dan Kacamata Saat Sekolah
KAUR, BT.M — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kaur bergerak cepat merespons sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Demi menjaga kesehatan generasi muda, pihak dinas meminta seluruh siswa di wilayah terdampak untuk memperketat protokol kesehatan selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kaur mengimbau secara tegas agar para siswa selalu mengenakan masker, terutama saat berada di area sekolah. Langkah ini dinilai krusial mengingat paparan abu vulkanik masih menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Kaur dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan anak-anak.
“Kami mengimbau kepada seluruh siswa sekolah agar tetap memakai masker selama proses belajar mengajar, khususnya selama abu vulkanik dari letusan Anak Gunung Krakatau ini masih menyebar di Kabupaten Kaur,” ujar Kadisdikbud Lisarmawan saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (6/9).
Tidak hanya masker, perhatian khusus juga diberikan kepada para siswa yang mengandalkan sepeda sebagai transportasi utama ke sekolah. Mengingat partikel abu vulkanik yang tajam dapat mengiritasi mata, mereka disarankan untuk menggunakan pelindung tambahan. “Bagi anak-anak yang pergi ke sekolah menggunakan sepeda, kami juga mengimbau agar mereka memakai kacamata pelindung,” tambahnya.
Guna memastikan imbauan ini berjalan efektif, Disdikbud Kaur meminta kerja sama yang solid dari sektor hulu dan hilir, yakni lingkungan keluarga dan sekolah. Peran aktif orang tua di rumah serta dewan guru di sekolah sangat diharapkan untuk terus mengingatkan, mengedukasi, dan memastikan anak-anak mereka tidak lalai dalam menjaga diri dari bahaya abu vulkanik.
Pihak dinas berharap kesadaran bersama ini dapat meminimalisyi dampak buruk gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata pada anak-anak selama masa tanggap situasi vulkanik ini berlangsung.
(**)
