Tepis Isu Pencurian Berulang, Kepala SMP Boarding School Kaur Klarifikasi Langsung ke Pemilik Kebun
Langkah ini diambil guna meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, pemilik kebun kelapa yang berlokasi di Jembatan Dua, Bapak Safe’i, memberikan keterangan langsung di hadapan pihak sekolah. Ia membenarkan pernah terjadi insiden di kebunnya, namun ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah kejadian lama.
“Memang benar ada kejadian itu, tetapi sudah lumayan lama, sekitar pertengahan Desember 2025 yang lalu,” ujar Safe’i kepada awak media.
Safe’i menjelaskan bahwa masalah tersebut sebenarnya telah tuntas melalui jalur kekeluargaan. Pada saat kejadian di tahun 2025, pihak sekolah langsung merespons laporannya. Para siswa yang terlibat telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, serta memberikan ganti rugi sebesar Rp 200.000.
“Setelah penyelesaian itu, alhamdulillah sampai hari ini tidak pernah terjadi lagi,” tambahnya, menepis anggapan bahwa aksi tersebut masih berlangsung hingga sekarang.
Terkait isu lain yang menyebutkan siswa sering mencuri sayur-mayur, salah satu dewan guru yang enggan disebutkan namanya memberikan bantahan keras. Menurutnya, klaim tersebut tidak berdasar karena kondisi geografis lingkungan sekolah yang sudah berubah.
“Di lingkungan SMP Boarding School ini sudah tidak ada lagi tanaman sayur-mayur. Jadi, kalau ada yang mengatakan anak didik kami sering mencuri sayuran, saya nyatakan itu tidak benar karena objeknya saja sudah tidak ada,” tegasnya.
Menutup rangkaian klarifikasi tersebut, Kepala SMP Boarding School, Milyan Firdaus, S.Pd., menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat jika terdapat perilaku anak didiknya yang kurang berkenan di masa lalu.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah dan asrama terus berkomitmen meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter bagi para siswa.
“Kami selaku pembimbing dan pendidik akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik dalam mendidik anak-anak. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar upaya kami ini dijabah oleh Allah SWT,” tutur Milyan.
Pewarta: Dahli Botak
Editor: (Redaksi BT.M]
