Kades Pelajaran I Kaur Dianiaya Sajam Usai Salat Magrib, Polisi Buru Pelaku
KAUR, BT.M — Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kaur bergerak cepat mengusut kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa seorang Kepala Desa (Kades) Pelajaran I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur. Korban berinisial WS (41) diserang oleh pria berinisial D (35) menggunakan senjata tajam pada Minggu malam (6/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa bermula saat korban baru saja selesai melaksanakan salat Magrib berjamaah di masjid desa setempat. Ketika berkendara pulang menggunakan sepeda motor—sekitar 20 meter dari masjid—kendaraan korban tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh terduga pelaku.
Setelah korban terjatuh, terduga pelaku langsung melakukan penganiayaan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian belakang kepala akibat hantaman benda tajam. Korban segera dilarikan ke RSUD Cahaya Batin Kaur untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Merespons kejadian tersebut, personel gabungan dari Polsek Tanjung Kemuning dan Satreskrim Polres Kaur langsung diterjunkan ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., MTr.Opsla, melalui Kasat Reskrim AKP Tomson Sembiring, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara profesional. Saat ini, tim buru sergap tengah melacak keberadaan terduga pelaku yang langsung melarikan diri usai beraksi.
“Semua langkah kepolisian sudah berjalan, mulai dari olah TKP hingga pengumpulan alat bukti. Kami minta masyarakat, terutama keluarga korban, untuk tetap tenang dan memercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kami. Jangan ada aksi balasan yang memicu konflik baru,” ujar AKP Tomson Sembiring.
Mengenai latar belakang aksi nekat tersebut, polisi mengungkapkan adanya indikasi dendam pribadi terkait transaksi properti. Berdasarkan penyelidikan awal, insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh masalah jual beli tanah antara korban dan pelaku. Kendati demikian, kepolisian menegaskan masih akan mendalami segala kemungkinan.
“Dugaan awal mengarah pada masalah pribadi terkait jual beli tanah. Namun, kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Motif pastinya akan kami ungkap setelah proses penyelidikan selesai dan terduga pelaku berhasil diamankan berdasarkan fakta-fakta lapangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Pelajaran I dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Aparat kepolisian tetap disiagakan di sekitar lokasi guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pihak Polres Kaur juga mengimbau warga net agar bijak dan tidak menyebarkan informasi liar atau hoaks yang belum terverifikasi di media sosial.
(**)
