Perjuangan Panjang Kades Harlen Sumarni Kembalikan Aset Pendidikan Desa.
MAJE, BT.M – Angin segar berhembus bagi dunia pendidikan di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje. Setelah sekian lama terbengkalai dan bangunannya rata dengan tanah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjung Beringin kini memiliki titik terang untuk dibangun kembali di lokasi asalnya.
Langkah nyata ini ditandai dengan kunjungan langsung Kepala Bidang (Kabid) Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Hamdani, bersama Kasi Madrasah Kemenag Kaur, Mugiem, ke lokasi lahan milik Kementerian Agama di Desa Tanjung Agung pada Kamis (18/12/25) lalu.
Secara historis, di lahan tersebut sebelumnya berdiri kokoh bangunan MIN Tanjung Beringin. Namun, pada masa kepemimpinan M. Sani, aktivitas sekolah tersebut dipindahkan ke wilayah Desa Suka Menanti. Perpindahan tersebut menyebabkan bangunan lama di Desa Tanjung Agung menjadi tidak terawat hingga akhirnya roboh dan lahannya terbengkalai selama bertahun-tahun.
Kepala Desa Tanjung Agung, Harlen Sumarni, mengungkapkan bahwa upaya mengembalikan madrasah ini merupakan perjuangan panjang yang sempat terhenti di masa kepemimpinan sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya berupaya semaksimal mungkin bagaimana caranya MIN yang sudah hilang dari desa kami ini bisa berdiri kembali. Mulai dari silaturahmi dengan pihak Kemenag hingga melayangkan surat resmi,” ujar Harlen kepada wartawan, Sabtu (20/12/25).
Kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan turunnya tim dari Kanwil Kemenag Bengkulu untuk meninjau langsung kelayakan lokasi. Harlen menambahkan, berdasarkan koordinasi terakhir, telah muncul wacana besar untuk mengaktifkan kembali sekolah tersebut dalam waktu dekat.
“Insyaallah, sudah ada wacana pada tahun ajaran baru mendatang sekolah ini mulai menerima siswa kembali dan bangunan fisiknya segera menyusul. Meskipun saat ini statusnya masih wacana, kami sangat optimis. Semoga saja segera terwujud demi pendidikan anak-anak kami,” harap Kades dengan nada penuh optimisme.
Kehadiran kembali MIN di lokasi ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali aset negara yang sempat terbengkalai, tetapi juga mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat Desa Tanjung Agung dan sekitarnya.
(Red)
