Terdampar 7 Jam di Laut Maje, Nelayan Kaur Selamat Usai Terhempas Ombak
KAUR – Seorang nelayan muda asal Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, berhasil diselamatkan setelah sempat dinyatakan hilang akibat terjatuh dari perahu motornya. Korban bernama Candra (21) ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama berjam-jam di tengah laut berkat kemampuan berenangnya, Sabtu (3/10/2026).
Insiden tersebut bermula sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, Candra bersama rekannya, Deri (22), bertolak dari kawasan perairan Linau untuk mencari ikan menggunakan sebuah sampan. Ketika berada di tengah laut, Deri memutuskan untuk beristirahat dan tertidur sambil menunggu jaring. Sementara itu, Candra tetap terjaga untuk mengoperasikan mesin perahu.
Nahas, gelombang tinggi tiba-tiba menghantam sampan mereka. Hentakan ombak yang kuat membuat Candra kehilangan keseimbangan hingga terlempar ke dalam laut.
Misteri hilangnya Candra baru disadari sekitar pukul 05.00 WIB ketika Deri terbangun. Terkejut karena mendapati rekannya sudah tidak ada di atas perahu, Deri sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi. Karena hasilnya nihil, ia memutuskan segera memutar haluan kembali ke tepi pantai guna meminta bantuan dari pihak keluarga serta masyarakat setempat.
Merespons laporan tersebut, tim gabungan beserta warga langsung bergerak melakukan operasi penyelamatan. Pada pukul 09.00 WIB, dengan menggunakan armada sampan, tim penyisir akhirnya berhasil melacak keberadaan Candra. Pemuda tersebut ditemukan masih bertahan hidup di tengah laut terbuka.
Kemampuan berenang yang baik menjadi faktor utama Candra mampu bertahan dari terjangan arus hingga tim penyelamat datang. Setelah dievakuasi ke daratan, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk ditenangkan dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum setempat. Kapolres Kaur, AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., didampingi Kapolsek Maje, KBO Sat Polairud Polres Kaur, serta Danpos AL, turun langsung ke lokasi guna memantau jalannya proses pencarian.
Usai korban dinyatakan selamat, AKBP Wiwin beserta rombongan juga menyempatkan diri menyambangi kediaman Candra untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kaur turut memberikan imbauan tegas kepada komunitas nelayan lokal agar lebih waspada saat melaut. Ia mengingatkan pentingnya memantau prakiraan cuaca, memperhatikan dinamika gelombang, serta wajib membawa alat keselamatan seperti pelampung (life jacket).
Dengan kembalinya Candra ke pelukan keluarga dalam keadaan sehat, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dinyatakan ditutup. (Iks)
