18/04/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Pemdes Tanjung Agung Kukuhkan Komunitas Pegiat Mangrove di Danau Kembar

MAJE, BT.M – Ancaman abrasi di wilayah pesisir Kecamatan Maje mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Agung. Sebagai langkah konkret penyelamatan lingkungan, Pemdes resmi membentuk dan mengesahkan Komunitas Pegiat Mangrove pada Senin (15/12/2025).

Proses pengukuhan komunitas ini dilakukan langsung di kawasan Wisata Danau Kembar, sebuah lokasi strategis yang menjadi ikon wisata sekaligus area yang membutuhkan perlindungan vegetasi pantai.

Kepala Desa Tanjung Agung, Herlen Sumarni, menegaskan bahwa pembentukan komunitas ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menjaga ekosistem pesisir. Menurutnya, hutan mangrove adalah benteng alami yang paling efektif untuk melindungi daratan dari gerusan air laut.

“Hari ini kita menyatukan visi. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu melestarikan hutan mangrove. Ini adalah langkah vital dalam menyelamatkan sepanjang pesisir pantai, mulai dari Desa Tanjung Agung, Desa Wayhawang, hingga Desa Suka Menanti dari ancaman abrasi,” ujar Herlen kepada wartawan di lokasi kegiatan, Senin (15/12).

Lebih lanjut, Herlen menjelaskan bahwa Komunitas Pegiat Mangrove ini nantinya tidak hanya bertugas melakukan penanaman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Keberadaan mangrove yang lestari diyakini akan berdampak positif pada keberlangsungan objek wisata Danau Kembar serta menjaga mata pencaharian nelayan setempat.

Pembentukan komunitas ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa tetangga di Kecamatan Maje untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan pesisir. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan komunitas, diharapkan sabuk hijau (green belt) di wilayah Maje kembali kuat demi keamanan dan kesejahteraan warga di masa depan.

(Iks)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *