26/10/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Dua Tahun Prabowo: Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Kunci Putus Rantai Kemiskinan di Bengkulu

BENGKULU, BT.M – Akses pendidikan yang merata dinilai menjadi senjata utama dalam mengentaskan kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Hal ini mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan” yang diinisiasi oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Bengkulu di Set Up Coffee, Sabtu (24/10/2026).

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai universitas seperti UMB, UNIB, dan UINFAS ini menghadirkan dua pemateri utama. Keduanya adalah Dosen sekaligus Praktisi Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Elfahmi Lubis, S.H., serta Aktivis PGK yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio, M.I.Kom.

Dalam penyampaiannya, Dr. Elfahmi Lubis mendorong agar program Sekolah Rakyat bentukan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berpusat di satu wilayah, melainkan mampu menyentuh seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

“Saat ini baru ada satu Sekolah Rakyat yang dibangun di Bengkulu. Tentu kita menginginkan program ini hadir merata di setiap kabupaten dan kota,” ujar Elfahmi.

Elfahmi membagikan kisah personalnya mengenai bagaimana pendidikan berhasil mengubah garis hidupnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Berangkat dari pengalaman tersebut, ia menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga transparansi anggaran program ini agar tepat sasaran.

“Saya adalah orang yang berubah nasibnya karena pendidikan. Kita berharap Sekolah Rakyat ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat miskin demi kualitas kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, anggaran pembangunannya harus dikawal ketat, jangan sampai dikorupsi,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi I DPRD Seluma, Hendri Satrio, menyebut Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata dari poin keempat Astacita Presiden Prabowo, yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui perluasan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat menjadi jawaban konkret bagi saudara-saudara kita yang belum mendapatkan pendidikan layak. Pemerintah daerah harus bergerak cepat menyambut program ini agar tidak ada lagi anak di Bengkulu yang putus sekolah,” kata Hendri.

Hendri juga memberikan seruan lantang kepada para mahasiswa yang hadir untuk aktif menjadi agen perubahan dan mengawal implementasi program di lapangan. Menurutnya, keberpihakan terhadap Sekolah Rakyat mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Sekolah Rakyat ini secara regulasi diperuntukkan bagi kalangan miskin. Jika ada pihak yang menolak program ini, sama saja mereka tidak menginginkan masyarakat miskin mendapatkan pendidikan. Mahasiswa wajib mengawal ini dan peka terhadap kondisi anak-anak di sekeliling kita,” pungkas Hendri.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *