17/05/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Sidak, Sekda dan Waka II DPRD Kaur Temukan Catatan Kritis di RSUD

SEMIDANG GUMAY – Pelayanan kesehatan di akhir pekan menjadi sorotan tajam jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Kaur. Usai meluncurkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekretaris Daerah (Sekda) Kaur, Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si, bersama Wakil Ketua II DPRD Kaur, Mardianto, SAP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaur pada Sabtu (16/05/2026).

Kedatangan dua petinggi daerah ini sempat mengejutkan para pegawai medis dan pengunjung yang berada di lokasi. Tanpa protokol formal, keduanya langsung menyisir sejumlah titik krusial pelayanan, mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), ruang rawat inap, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Sengaja Jalur ‘Senyap’ Tanpa Manajemen

Ada hal menarik dalam sidak kali ini. Sekda Kaur, Nasrur Rahman, sengaja tidak berkoordinasi atau melibatkan pihak manajemen RSUD saat menyisir ruangan. Langkah ini diambil demi mendapatkan fakta riil di lapangan tanpa ada intervensi atau persiapan khusus dari pihak rumah sakit.

“Kami sengaja bergerak tanpa melibatkan manajemen RSUD. Tujuannya jelas, kami ingin mendengar langsung keluhan, kendala, dan aspirasi dari para petugas piket yang menjaga garda terdepan pelayanan di hari libur ini,” ujar Nasrur kepada awak media.

Nasrur menekankan bahwa kesehatan adalah urusan wajib dan pelayanan dasar yang tidak boleh kendor, meskipun sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang menikmati libur akhir pekan. Dari perbincangan langsung tersebut, pemerintah daerah mengantongi potret objektif mengenai kondisi rill pelayanan kesehatan di Kaur.

Temuan Lapangan: Dari Alat Medis hingga Kebersihan Kamar Mandi

Sidak ini menghasilkan beberapa catatan kritis yang akan menjadi bahan evaluasi serius. Nasrur mengungkapkan, para petugas medis mengeluhkan belum tersedianya beberapa alat laboratorium esensial yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat diagnosis pasien.

Selain fasilitas medis, masalah kenyamanan pasien juga menjadi sorotan. Tim sidak menemukan kondisi kebersihan kamar mandi di ruang rawat inap kelas II serta ruang perawat yang masih perlu perhatian khusus. Meski demikian, aspek utilitas seperti pasokan air bersih dinilai sudah berjalan dengan lancar.

“Catatan-catatan ini, mulai dari kebutuhan mendesak alat laboratorium hingga masalah kebersihan, akan segera kami diskusikan dan evaluasi kan bersama manajemen RSUD dalam waktu dekat,” tambah Sekda.

Target Menjadi Rumah Sakit Rujukan

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi atas upaya pembenahan yang terus berjalan di tubuh RSUD Kaur. Namun, Nasrur menegaskan bahwa target besar daerah belum tercapai sepenuhnya.

“Kami apresiasi grafiknya yang terus membaik. Tapi Pemda tidak boleh cepat puas. Target jangka panjang kita adalah mentransformasikan RSUD Kabupaten Kaur ini menjadi rumah sakit rujukan utama yang memiliki fasilitas lengkap dan kualitas prima,” tegasnya.

Senada dengan eksekutif, Wakil Ketua II DPRD Kaur, Mardianto, SAP, menyatakan komitmen penuh dari lembaga legislatif untuk mengawal isu kesehatan ini. Menurutnya, DPRD siap memberikan dukungan regulasi maupun penganggaran demi peningkatan mutu RSUD.

“Peningkatan pelayanan ini harga mati. Kami di DPRD akan terus mendorong dan mengawal agar rumah sakit daerah ini berbenah total, sehingga masyarakat Kaur tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan pengobatan terbaik,” pungkas Mardianto.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *