09/05/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Sinyal Hilang Saat Listrik Padam: Warga Kaur Terisolasi Digital, PLN Kaur Sebut Backup Daya Provider Lemah

KAUR – Fenomena “mati lampu, mati sinyal” masih menjadi momok bagi masyarakat di Kabupaten Kaur. Hilangnya akses komunikasi setiap kali terjadi pemadaman listrik oleh PLN memicu kekecewaan mendalam bagi pengguna jasa operator seluler di wilayah ini.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, gangguan ini tidak hanya memutus koneksi internet rumahan (Wi-Fi), tetapi juga melumpuhkan jaringan data seluler dan panggilan telepon pada ponsel pintar milik warga.

Fakta di Balik Menara yang “Bisu”

​Investigasi media mengungkap bahwa hilangnya sinyal secara instan saat listrik padam utamanya disebabkan oleh matinya perangkat pada menara Base Transceiver Station (BTS). Idealnya, setiap BTS dilengkapi dengan sistem cadangan daya berupa baterai atau Uninterruptible Power Supply (UPS).

Manager Unit PLN Bintuhan Cabang Kaur, Tiar Haris, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Rabu (29/04/26), menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti spesifikasi teknis di dalam site menara milik provider.

​”Nah, kurang tau Bang kalau itu. Bisa ditanyakan ke pihak provider-nya. Bisa jadi memang tidak ada back-up baterai atau UPS di site mereka,” terang Tiar kepada wartawan.

Empat Faktor Utama Kelumpuhan Jaringan

​Secara teknis, terdapat beberapa faktor krusial yang menyebabkan gangguan komunikasi di Kabupaten Kaur saat terjadi pemadaman listrik:

  • Ketergantungan Total pada Listrik PLN: Perangkat BTS memerlukan daya stabil untuk memancarkan sinyal. Tanpa pasokan listrik, menara tersebut praktis berhenti beroperasi.
  • Kapasitas Baterai/Genset yang Terbatas: Meskipun beberapa menara memiliki cadangan daya, durasinya sangat terbatas, rata-rata hanya mampu bertahan 3 hingga 5 jam. Jika durasi mati lampu melebihi kapasitas tersebut, layanan dipastikan terputus.
  • Kerentanan Keamanan Perangkat: Terdapat indikasi di beberapa titik wilayah terpencil, perangkat aki cadangan (battery pack) pada menara sering menjadi sasaran pencurian, sehingga fungsi cadangan daya tidak berjalan sama sekali.
  • Lonjakan Beban Jaringan (Congestion): Saat listrik padam, pengguna Wi-Fi secara massal beralih menggunakan data seluler. Hal ini menyebabkan lonjakan trafik yang luar biasa pada BTS yang masih menyala, mengakibatkan koneksi menjadi sangat lambat atau gagal tersambung.

​Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak Customer Service dan manajemen operator seluler terkait (Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata) masih terus dilakukan untuk menuntut komitmen perbaikan layanan di wilayah Kabupaten Kaur.

​Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menekan pihak provider agar memperkuat infrastruktur cadangan daya, mengingat komunikasi kini telah menjadi kebutuhan pokok yang setara dengan kebutuhan listrik.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *