Soroti Kinerja Petugas Lapangan, Warga Pertanyakan Efektivitas Pemeliharaan PLN ULP Bintuhan
KAUR, BT.M – Pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bintuhan kembali menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keluhan warga, kegiatan pemeliharaan jaringan listrik terjadwal yang dilakukan petugas disinyalir hanya bersifat formalitas dan belum menyentuh akar persoalan teknis di lapangan.
Warga mengeluhkan pola kerja petugas yang dinilai kurang maksimal. Alih-alih melakukan penanganan normatif seperti perbaikan tiang penyangga yang miring atau pembersihan pohon besar yang berpotensi roboh menimpa kabel, petugas seringkali hanya melakukan pemangkasan ringan pada tunas muda tanaman.
“Kami berharap pemeliharaan itu benar-benar teknis, misalnya memperbaiki tiang yang sudah miring atau menebang pohon yang jelas-jelas membahayakan jaringan. Kalau cuma potong pucuk daun, itu tidak akan menyelesaikan masalah pemadaman,” ujar salah seorang warga dalam keterangan hasil investigasi tersebut.
Menanggapi temuan ini, Manajer PLN ULP Bintuhan, Tiar Harles, menyatakan keterkejutannya. Saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (28/05/2024), ia menyampaikan apresiasi atas masukan dan informasi yang disampaikan oleh masyarakat serta awak media.
“Kami sangat berterima kasih atas informasinya. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami terhadap petugas di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Tiar.
Lebih lanjut, Tiar menjelaskan bahwa dalam prosedur operasionalnya, terdapat dua jenis pemeliharaan jaringan yang dilakukan oleh PLN. Perbedaan jenis pemeliharaan ini turut menentukan ruang lingkup pekerjaan yang bisa dilakukan petugas di lapangan.
“Ada pemeliharaan terjadwal yang mengharuskan aliran listrik dimatikan (padam), dan ada pemeliharaan dalam kondisi bertegangan atau listrik tetap menyala. Jika kondisi listrik tidak dimatikan, petugas memang tidak bisa melakukan pekerjaan yang terlalu berisiko tinggi atau membahayakan keselamatan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak PLN berjanji akan melakukan sinkronisasi data lapangan agar titik-titik rawan seperti tiang miring dan pohon besar yang mengancam jaringan dapat segera ditangani secara tuntas pada jadwal pemeliharaan berikutnya demi meminimalisir gangguan pemadaman di wilayah Kaur. (**)
