Terkait Pemberitaan Salah Satu Media Terduga Kades Tanjung Agung Main Lato-Lato, ini Penjelasan Dari Kades Tanjung Agung.
TETAP, || BT.M — Dengan adanya pemberitaan Oknum Kades Tanjung Agung yang sudah tersebar di group media kaur , yang diterbitkan oleh media SEMAKU.net pada 08/05/ 2025 dan Dikirim ke Oknum Kades baru-baru ini. Dan Media Online BARITODAYAK.Com juga menerbitkan berita tersebut, pada 7 September 2025 .
Dengan adanya pemberitaan tersebut awak media konfirmasi dengan oknum kades Tanjung Agung Kecamatan Tetap, Ia mengatakan. Semua tuduhan yang ada didalam berita itu tidak benar karena saya merasa dijebak Berawal dari kiriman Poto dari Lidya oknum wartawan dari media online SEMAKU.net yang dikirimkan ke saya melalui pesan WhatsApp beberapa bulan yang lalu, ia meminta agar saya memberikan sejumlah uang agar foto itu tidak disebarkan atau dipublish melalui pemberitaan, pertama lidia meminta sebesar Rp 20 juta kemudian turun menjadi Rp 10 juta tetapi saya belum bisa mengabulkan permintaan tersebut.” Ungkapnya. Senin 08/09/2025
Lalu pada hari Jum’at tanggal 6 September 2025 Lidya kembali menghubungi saya melalui Pesan WhatsApp. Pertama ia meminta uang sebesar Rp 9 juta kepada saya dengan memakai bahasa daerah Luk itulah mentok sembilan juta itu aku lah nolongi kangau nihan tulisnya , lalu saya jawab bagaimana kalau 7 juta kemudian Lidya meminta ditambah satu juta lagi menjadi 8 juta, supaya berita tersebut dihapus dan tidak di share ke group- group WhatsApp. Setelah itu Lidya mengirimkan nomor rekening atas nama putri , setelah no rek atas nama putri di kirim saya meminta Lidia supaya mengirimkan no Rekening Atas Nama Lidya peribadi kalau mau saya transfer , namun Lidya tidak mau mengirim nomor rekening pribadi malahan yang dia kirimkan nomor rekening atas nama Putri Ginta Amanah atau orang lain.
Masih kata Kades, Kemudian beberapa hari yang lalu, Lidya kembali menghubungi saya melalui telepon WhatsApp untuk mempertanyakan masalah uang yang di janjikan untuk tutup mulut agar tidak mempublish berita atau foto yang sudah dikirimkan kepada saya beberapa bulan yang lalu, kemudian kemarin Sabtu 6 September Lidya mengirimkan link berita kepada saya melalui pesan WhatsApp setelah itu ia mengirimkan nomor Rekening atas nama PUTRI GINTA AMANAH meminta agar saya mentransfer uang sebesar Rp 8 juta supaya berita tersebut tidak di share ke group-group.
karena saya belum.mentransfer uang sesuai permintaannya hari ini tanggal 7 September 2025 Lidya kembali menghubungi saya agar segera mentransfer. Akhirnya saya transfer uang sebesar Rp 1 juta ke nomor Rekening yang dikirim atas nama PUTRI GINTA AMANAH sekira pukul 16:55 Wib. Namun Lidya tidak menerima dan kembali menghubungi saya melalui pesan WhatsApp ingin mengembalikan uang tersebut. Lalu mengancam saya akan membagikan berita kegroup group WhatsApp karena saya tidak bisa memenuhi permintaannya sebesar Rp 8 juta tersebut.”ujarnya
Kronologis kejadian berawal dari di telpon maka saya datang ke warung itu , kemudian termakan bujuk rayu lalu diajak masuk kedalam kamar dan dipeluk, setelah memeluk saya perempuan itu keluar kamar. Saya juga ikut keluar dan saya tidak tahu kalau di kamar tersebut ada alat perekam atau cctv yang sudah di siapkan , kejadian itu tidak lebih hanya sebatas dipeluk.
Jujur karena saya merasa dijebak dan di peras , persis seperti oknum kades Kepahiang yang lalu pada tempat yang sama dan pihak wanita yang sama begitu juga media yang menerbitkan juga sama , coba dari mana media semaku manak itu dapat foto tersebut maka itu kepada pihak aparat penegak hukum ( APH) mohon di tindak lanjuti dengan hal membuat onar dan resah para kades di kabupaten kaur. Red
(Dahli Botak)
