03/09/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Bukannya Evaluasi, Kades Muara Tetap Malah Tantang Wartawan Saat Dikonfirmasi Soal Pasir Pantai

TETAP, BT.M — Sikap tak elegan ditunjukkan Kepala Desa Muara Tetap, Saipul Amri, saat dimintai konfirmasi terkait dugaan penyimpangan material pada pembangunan siring pasang beranggaran Rp40 juta di desanya. Sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), kades yang seharusnya memberikan penjelasan teknis dan logis justru mengeluarkan pernyataan bersikap arogan dan terkesan menantang media.

​Dugaan penggunaan pasir pantai dalam proyek pembangunan desa tersebut muncul dari pengakuan para pekerja di lapangan pada Rabu, 2 September. Penggunaan pasir pantai jelas memicu tanda tanya besar karena berpotensi merusak kualitas bangunan dan berisiko melanggar petunjuk teknis yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

​Namun, bukannya memberikan klarifikasi resmi atau berjanji menindaklanjuti temuan tersebut, Saipul Amri justru melemparkan respons bersikap tak bijak melalui pesan WhatsApp.

“Cakar oleh mu pasir,” tulis Saipul Amri menggunakan logat bahasa lokal Kaur saat wartawan mencoba melakukan fungsi kontrol sosial.

​Tak berhenti di situ, respons yang berikan Kuasa Pengguna Anggaran ini kian membentur norma kepatutan seorang pejabat publik. Ketika wartawan menjelaskan bahwa temuan lapangan sudah dikonfirmasi dan diberitakan (Berita Sudah Terbit), Saipul justru menjawab dengan nada meremehkan.

“Ndak naik ke pucuk langit gilah,” tegasnya menantang, yang bermakna “silakan saja naikkan (berita) sampai ke langit”.

​Saat disentil mengenai responsnya yang berlebihan layaknya jagoan, ia berkulit balik dengan berdalih bahwa itu adalah “keadaan”.

​Sikap defensif dan pernyataan tidak logis yang dilontarkan Saipul Amri sangat disayangkan. Sebagai pemegang wewenang tertinggi pengelolaan keuangan di tingkat desa, setiap sen uang negara yang dialokasikan dalam RAB wajib dipertanggungjawabkan secara proporsional dan profesional, bukan direspons dengan retorika asal jawab yang mencoreng etika kepemimpinan publik.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *