Dugaan Gunakan Pasir Pantai dan Material Bodong, Proyek Siring Pasang Rp40 Juta di Desa Muara Tetap Disorot
TETAP, BT.M — Proyek pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Muara Tetap, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, memicu sorotan publik. Pekerjaan pada Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bernilai Rp40.000.000 tersebut disinyalir dikerjakan asal-jadian serta memanfaatkan material yang tidak sesuai standar teknis konstruksi.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Selasa (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, ditemukan indikasi kuat penggunaan pasir pantai untuk material adukan semen. Penggunaan bahan tersebut dibenarkan langsung oleh salah satu pekerja di lokasi.
”Iya, makainya pasir pantai. Tapi tidak tahu mengambil dari pantai mana, kalau tidak salah dari Pantai Sekunyut. Diangkut menggunakan kendaraan sepeda motor,” ujar pekerja tersebut di sela-sela aktivitasnya.
Tak hanya persoalan material, tata kelola ketenagakerjaan proyek ini juga dinilai janggal. Pekerja yang mengaku sudah tiga hari beraktivitas di lokasi tersebut justru tidak mengetahui sistem maupun besaran upah yang akan mereka terima.
”Kami cuma disuruh kerja dulu. Entah ini harian atau borongan, yang jelas kami belum tahu,” tambahnya.
Indikasi Ketidaksesuaian Dokumen dan Fisik Proyek
Kejanggalan lain muncul saat membandingkan papan informasi kegiatan dengan realisasi di lapangan. Papan proyek mencantumkan Kegiatan Rehabilitasi Siring Pasang, namun pantauan di lokasi menunjukkan belum ada tanda-tanda perbaikan siring. Para pekerja justru terlihat melakukan penambalan pada pinggiran rabat beton yang pecah dan terkelupas.
Penggunaan pasir laut atau pasir pantai dalam konstruksi beton jelas berisiko tinggi secara teknis. Kandungan garam (klorida) yang tinggi pada pasir pantai berpotensi merusak ikatan semen, memicu korosi pada material penguat, dan memperpendek usia pakai bangunan dalam jangka panjang.
Respon Kepala Desa
Saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp terkait dugaan penggunaan material tanpa izin serta dampak kualitas konstruksi jangka panjang, Kepala Desa Muara Tetap memberikan tanggapan santai menggunakan bahasa daerah setempat.
”(Bersyukur ade pasir, man denye ke mane kite bangun) — Bersyukur ada pasir, kalau tidak ada, bagaimana kita mau membangun,” terang Kades, Selasa (2/9/2026).
Kades Muara Tetap tersebut juga meminta awak media untuk mengecek langsung ke lapangan, meski tim investigasi telah menerangkan bahwa data dan fakta tersebut didapatkan dari penelusuran langsung di lokasi kegiatan.
Penggunaan anggaran Dana Desa sebesar Rp40 juta ini mendesak untuk diawasi ketat oleh Inspektorat Daerah maupun dinas terkait di Kabupaten Kaur guna memastikan spesifikasi teknis terpenuhi dan mencegah potensi kerugian keuangan desa.
(**)
