Dana Desa Capai Miliaran, Anggaran PKK Tanjung Ganti II Empat Tahun Berturut-turut Dipertanyakan Warga
KELAM TENGAH, BT.M — Alokasi Dana Desa (DD) di Desa Tanjung Ganti II, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, memicu pertanyaan besar dari masyarakat setempat. Meski secara administratif menyandang status sebagai “Desa Maju”, kondisi di lapangan dinilai berbanding terbalik dengan predikat tersebut. Warga menduga pengelolaan anggaran desa selama ini tidak transparan.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, Desa Tanjung Ganti II mengelola anggaran yang cukup fantastis dari tahun ke tahun. Pada Tahun Anggaran (TA) 2025 saja, pagu Dana Desa yang dikucurkan tercatat mencapai Rp 955.793.000.
Sorotan tajam masyarakat salah satunya tertuju pada realisasi anggaran Pembinaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dinilai janggal dan membengkak selama empat tahun berturut-turut. Warga mendesak adanya pengawasan ketat agar tidak terjadi potensi penyimpangan.
Berdasarkan rincian laporan realisasi anggaran, berikut adalah plot data anggaran pembinaan PKK di Desa Tanjung Ganti II dari tahun ke tahun:
- Tahun 2022: Total DD sebesar Rp 703.288.000, dengan realisasi anggaran PKK sebesar Rp 16.000.000 untuk volume 12 paket kegiatan.
- Tahun 2023: Total DD meningkat menjadi Rp 837.612.000, dengan realisasi anggaran PKK melonjak ke angka Rp 52.042.000 untuk 1 paket kegiatan peningkatan kesejahteraan keluarga.
- Tahun 2024: Total DD sebesar Rp 960.096.000, dengan realisasi anggaran PKK tercatat sebesar Rp 46.350.000 untuk 1 paket kegiatan.
- Tahun 2025: Total DD sebesar Rp 955.793.000, dengan lonjakan drastis pada realisasi anggaran PKK yang menyentuh angka Rp 140.760.000 untuk 1 paket kegiatan.
Tingginya angka anggaran PKK untuk satu paket kegiatan inilah yang menjadi pemantik kecurigaan warga terkait asas kemanfaatan dan transparansi program di lapangan.
Kepala Desa dan Sekdes Sulit Dikonfirmasi
Demi menjaga keberimbangan berita (cover both sides), jurnalis media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Tanjung Ganti II. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak pemerintah desa terkesan menghindar.
Kepala Desa Tanjung Ganti II yang akrab disapa Cedit, tidak dapat dihubungi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menunjukkan status centang satu (tidak aktif).
Tim media juga telah mendatangi langsung kediaman Kepala Desa pada Kamis, 16 Juli lalu. Menurut keterangan istrinya, Kades sedang tidak berada di rumah.
“Lagi ke kebun, pulangnya sore,” ujar istri Kades saat ditemui di kediamannya.
Ketika ditanya mengenai keberadaan Sekretaris Desa (Sekdes) untuk mendapatkan informasi alternatif, istri Kades menyebutkan bahwa Sekdes juga sedang tidak ada di tempat.
“Tidak ada di rumah, lagi mengebon (bekerja di kebun) di Jambi,” tambahnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, media ini belum mendapatkan hak jawab resmi dari Kepala Desa maupun perangkat desa Tanjung Ganti II terkait sorotan anggaran tersebut. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak pemdes guna memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik.
Pewarta: Iksan
Editor: Iksan
