13/05/2026

Berita Terkini

berita update dan terpercaya

Dinas Pendidikan Kaur Sosialisasikan Ekosistem Pengadaan Digital SIPLah untuk PAUD-SMP

KAUR — Pemerintah Kabupaten Kaur mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Melalui sinergi antara Bank Bengkulu dan PT Metranet (Telkom Group) Pusat, diselenggarakan sosialisasi Ekosistem Pengadaan Digital SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah) Telkom. Acara ini menyasar seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Kaur, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Acara tersebut di bagi menjadi dua sesi untuk sesi kedua di ikuti oleh kecamatan Maje, Nasal, Kaur Selatan dan Tetap

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna (GSG) Pemda Kaur, Desa Sinar Pagi, Kecamatan Kaur Selatan, ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah (Kepsek) dan Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai perwakilan resmi masing-masing instansi.

Acara resmi dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Miri Yuniarti.

Dalam sambutannya, Miri Yuniarti menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak perbankan dan badan usaha milik negara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Bank Bengkulu dan Telkom Group yang telah berkenan hadir dan meluangkan waktu untuk menyelenggarakan sosialisasi ini demi kemajuan pendidikan di Kaur,” ujar Miri.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya perwakilan PT Metranet Pusat, Fachru, serta Plt. Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Bank Bengkulu, Yuliani.

Dalam sesi pemaparan materi, perwakilan Bank Bengkulu, Linda Eka, menegaskan komitmen perbankan dalam mendukung transparansi pengelolaan anggaran sekolah. Ia memastikan bahwa proses penyaluran dana BOS melalui Bank Bengkulu sama sekali tidak dikenakan biaya administrasi maupun bunga.

“Penyaluran dana BOS bebas potongan dan bunga karena hal tersebut sudah sesuai dengan prosedur resmi yang berlaku. Untuk mekanisme transaksi pada sistem SIPLah, sekolah dapat melakukan pembayaran secara fleksibel, baik secara tunai melalui teller maupun digital menggunakan layanan Cash Management System (CMS),” jelas Linda.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara, terutama saat memasuki sesi tanya jawab. Panitia memberikan apresiasi berupa hadiah voucer bagi para peserta yang aktif memberikan pertanyaan kritis serta masukan konstruktif untuk pengembangan sistem ke depan.

Melalui penerapan ekosistem digital SIPLah ini, diharapkan tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan sekolah se-Kabupaten Kaur menjadi lebih akuntabel, efektif, dan transparan.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *