Soroti Transparansi APBDes Batu Lungun 2025, Kades Pilih Irit Bicara Saat Dikonfirmasi
NASAL, BT.M – Transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025 di Desa Batu Lungun, Kecamatan Nasal, kini menjadi sorotan. Hal ini menyusul adanya sejumlah pertanyaan terkait alokasi dana kegiatan yang dinilai perlu penjelasan lebih rinci kepada publik.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua poin anggaran yang dikonfirmasi media ini kepada Pemerintah Desa Batu Lungun. Pertama, mengenai alokasi Dana Tidak Terduga (DTT) senilai Rp1.700.000, serta anggaran pelatihan Linmas sebesar Rp6.664.000 untuk tahun anggaran 2025.
Saat dikonfirmasi mengenai realisasi Dana Tidak Terduga tersebut, Kepala Desa Batu Lungun, Darmawan, tidak memberikan rincian spesifik mengenai peruntukannya. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah memiliki pos anggaran yang jelas dan akan dipertanggungjawabkan pada saat audit.
“Segala dana kegiatan peruntukannya jelas dan akan dipertanggungjawabkan ketika diaudit Inspektorat nanti. Kita tunggu hasil pememeriksaan tahun ini saja,” ujar Darmawan melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (21/12/2025).
Terkait anggaran pelatihan Linmas sebesar Rp6.664.000, Kades menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk melatih 8 orang anggota Linmas. Adapun pelatih yang dilibatkan berasal dari unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek setempat.
Namun, suasana konfirmasi sempat memanas ketika wartawan mempertanyakan urgensi pelatihan tersebut, apakah untuk keamanan desa rutin atau persiapan pemilu yang pelaksanaannya masih tergolong lama. Menanggapi hal itu, Kades memberikan jawaban diplomatis namun terkesan enggan merinci.
“Kurasa kamu lebih paham (wartawan), yang namanya dilatih itu untuk apa. Supaya enak bertanya, kurasa sambil ngopi saja,” cetus Darmawan.
Meski tawaran untuk bertemu langsung direspons baik oleh media ini guna menggali transparansi APBDes 2025 lebih dalam, namun hingga berita ini diterbitkan, Kades Batu Lungun belum memberikan respons lanjutan mengenai jadwal pertemuan tersebut.
Di sisi lain, munculnya desakan transparansi ini juga didorong oleh aspirasi warga. P, seorang warga Kabupaten Kaur, menekankan pentingnya publikasi anggaran agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan desa.
“Tujuan (informasi) ini dipublikasikan supaya masyarakat tahu ada anggaran tersebut, seperti pelatihan Linmas untuk 8 orang itu. Jadi masyarakat bisa melihat langsung realisasinya di lapangan,” ungkap P kepada wartawan.
Hingga saat ini, media masih berupaya mendapatkan rincian lebih lanjut mengenai item kegiatan lainnya dalam APBDes Batu Lungun tahun 2025 guna memastikan penggunaan uang negara tepat sasaran.
(red)
